Rabu, 17 Juni 2009

cerita seru dari JERMAN part.3

Cerita dari Edward di Hannover

Mengapa JERMAN?

Saya merasa bahwa kualistas pendidikan di JERMAN sangat bagus, hal itu terbukti dari majunya negara tersebut. Selain itu biaya pendidikan di JERMAN masih cukup murah, bahkan masih terdapat beberapa universitas yang membebaskan biaya kuliah.

Selain alasan kualitas pendidikan, alasan lainnya adalah adanya saudara sepupu saya yang terlebih dahulu menempuh pendidikan di JERMAN, tepatnya di MHH Hannover. Sehingga membuat saya bertambah yakin menjadikan JERMAN sebagi negara tujuan studi saya selanjutnya.

Bahasa JERMAN...

Saya belajar bahasa JERMAN benar-benar dari nol. Saya memutuskan untuk bergabung dengan STUFEN INTERNATIONAL. SAya mengambil kelas intensif di sana. Selain belajar bahasa JERMAN, kami juga mempelajari budaya JERMAN.
Mempelajari budaya JERMAN sangat penting bagi yang ingin ke JERMAN. Agar kita tidak mengalami kendala dalam bergaul atau berkomunikasi di JERMAN nantinya.

Kehidupan di JERMAN...

Saya menjadi jauh lebih mandiri, disiplin, terbuka dengan dunia luar, belajar berhemat, lebih percaya diri, dll. Semua karena kita harus mengerjakan semua urusan sendiri, dari pekerjaan rumah tangga dan masalah-masalah dalam lingkungan, misalnya mengurus Internet, Visa, Whonung, dll. Tapi kita masih bisa mendapatkan bantuan dari temen-temen. KArena ternyata banyak sekali mahasiswa yang berasal dari Indonesia, karenanya kita bisa saling menolong.
Untuk biaya hidup di JERMAN, kira-kira 400-500 Euro. Tapi itu juga tergantung dengan gaya hidup masing-masing, dan juga tergantung tempat tinggal kita.

Studienkolleg di JERMAN...

Biaya Studkol di Hanno hanya 180 Euro, dan sudah termasuk semestertiket se propinsi. Dengan biaya segitu, saya bisa mengikuti berbagai kegiatan olah raga, bahkan belajar tambahan dengan guru dari mata pelajaran yang belum kita mengerti.
Selain itu, kita juga mendapat fasilitas internet, dan meminjam buku di perpustakaan. Pelajaran-pelajaran di STudkol tidak jauh berbeda dengan pelajaran di SMA di Indonesia. Ada Geographie, Sejarah, IT, Culture, dll. Pengajar di Studkol terdiri dari para profesor dari UNI atau FH dan juga guru privat. Kesulitan dalam pelajaran biasanya pada kendala bahasa. Karena setiap hari banyak kosa kata baru, dan saya harus menguasai itu agar dapat menyesuaikan dengan pelajarannya.

Kehidupan di luar kampus...

Seperti kebanyakan mahasiswa di seluruh dunia, setelah selesai pelajaran , biasaya saya kumpul degan teman-teman. Saat akhir pekan biasanya saya main ke rumah Octa (teman dari STUFEN), atau kami (alumni STUFEN: saya, Hoki, Octa) main ke tempat Andi yang ada di Hamburg. Karena punya semester tiket, jadi kami bebas main ke seluruh Niedersachsen. Kalau tidak pergi bersama teman-teman, saya biasanya joging atau menghabiskan waktu nonton film lewat internet.