Senin, 10 Agustus 2009

Aplikasi Program Bachelor Stufen Edu


Masa ORientasi GEnerasi jermaN (MORGEN)
Program Bachelor

 

Layanan 6 (enam) Bulan di Indonesia


1. Konsultasi Jurusan dan Pilihan Perguruan Tinggi/Studienkolleg (FH/Uni)
2. Personality Test (DISC), Tes Minat dan Bakat bersertifikasi internasional untuk pemfokusan jurusan dan perguruan tinggi
3. Kursus Bahasa Jerman Intensif Tingkat Dasar Hingga level B2
4. Kursus Persiapan Tes Masuk Studienkolleg (Aufnahmetest)
5. Penerjemahan Dokumen Aplikasi
6. Legalisasi Dokumen di Kedutaan Besar Republik Federal Jerman
7. Pendaftaran ke Studienkolleg FH/Uni di Jerman (Maks 10 Studienkolleg)
8. Pengiriman Aplikasi ke Studienkolleg FH/Uni di Jerman (Maks 10 Studienkolleg)
9. Workshop Sistem Pendidikan, Sosial dan Budaya Jerman (bersama Native)
10. Workshop Mental dan Adaptasi Skill (Motivation Building + Outbond Training)
11. Workshop Pre-Departure, Persiapan Keberangkatan
12. Bimbingan Tambahan Mata Pelajaran Eksakta untuk Persiapan Tes Masuk Studienkolleg (Aufnahmetest Vorbereitung)
13. Pencarian Tempat Tinggal & Kursus Bahasa di Jerman yang dipersiapkan dari Indonesia
14. Pengurusan dan BIAYA PASPOR
15. Pengurusan dan BIAYA VISA STUDI
16. Bantuan Pendampingan Pengurusan Pembukaan Rekening Bank dan Bukti Keuangan di Kedutaan Jerman (8.040 € ~ IDR 120 Juta)
17. Pengurusan Airport Tax serta TIKET PESAWAT, Jakarta-Hamburg, One-Way

 


Untuk lebih lengkapnya silahkan download buku panduan kami.

Jumat, 24 Juli 2009

Estimasi Biaya Kuliah di Jerman

Beberapa tahun yang lalu Jerman membebaskan semua uang pendidikan dari tingkat dasar, sampai ke perguruan tinggi.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah Jerman mulai membebankan biaya kuliah pada para mahasiswa.
Tetapi biaya kuliah itu tidak semahal yang diperkirakan orang. Penarikan biaya kuliah itu pun disertai dengan penambahan berbagai fasilitas di kampus tersebut, dan tidak lupa juga dengan Semestertiket yang dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk dapat menggunakan transportasi umum keliling daerah kampus atau tempat tinggal mereka.
STUFEN membuat estimasi biaya kuliah yang nantinya akan dikeluarkan oleh mahasiswa yang meneruskan studi S1 atau S2 di Jerman. Estimasi tersebut dapat di download disini.
Dengan adanya estimasi biaya tersebut, diharapkan calon mahasiswa dapat menyiapkan diri untuk pengeluaran tersebut.
Demikian info yang sementara ini dapat kami berikan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan segan untuk menghubungi kami baik lewat e-mail, ataupun melalui hotline service kami.
Terima kasih
STUFEN EDU

Rabu, 15 Juli 2009

Estimasi Biaya Hidup di Jerman untuk mahasiswa

Banyak orang bertanya, sebenarnya biaya hidup di Jerman itu mahal gak sih?!
Banyak orang, yang karena hal itu, mengurungkan niatnya untuk melanjutkan studi di Jerman.
Nyatanya, biaya hidup di sana tidak semahal yang dipikirkan.
Apalagi, untuk mahasiswa tingkat 2, banyak kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Untuk memenuhi rasa ingin tahu kalian yang penasaran tentang biaya hidup di Jerman, maka kami berikan beberapa informasi itu.

Silahkan di-Download

Informasi diatas merupakan perkiraan yang diperhitungkan sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa.
Pengeluaran pada awal-awal semester, memang lebih besar.
Semua dikarenakan kita yang baru saja menjejakkan kaki di Jerman, belum terbiasa dengan suasana dan cara hidup orang Jerman.
Setelah terbiasa, dan mengetahui tempat-tempat yang lebih efisien dengan kantong mahasiswa, dana yang kita keluarkan untuk kebutuhan sehari-hari bisa menjadi lebih hemat.

Jumat, 03 Juli 2009

Masa ORientasi GEnerasi jermaN program MASTER

Masa ORientasi GEnerasi jermaN
International Master Program




Layanan di Indonesia


1. Konsultasi Jurusan dan Pilihan Perguruan Tinggi (FH/Uni)
2. Kursus Bahasa Jerman Ekstensif Tingkat Dasar (A1) temasuk Buku Ajar
3. Kursus Bahasa Inggris & Persiapan TOEFL/IELTS
4. Pengurusan dan BIAYA Pendaftaran mengikuti TEST TOEF/IELTS
5. Penerjemahan Dokumen Aplikasi
6. Legalisasi Dokumen di Kedutaan Besar Republik Federal Jerman
7. Pendaftaran ke FH/Uni di Jerman (Maks 10 Perguruan Tinggi)
8. Pengiriman Aplikasi ke FH/Uni di Jerman (Maks 10 Perguruan Tinggi)
9. Workshop Sistem Pendidikan, Sosial dan Budaya Jerman (bersama Native)
10. Workshop Mental dan Adaptasi Skil (Motivation Building)
11. Workshop Pre-Departure, Persiapan Keberangkatan
12. Pengurusan termasuk BIAYA PASPOR dan VISA STUDI
13. Pencarian Tempat Tinggal & Kursus Bahasa di Jerman yang dipersiapkan dari Indonesia
14. Bantuan Pendampingan Pengurusan Referensi Keuangan di Bank & Jaminan Keuangan di Kedutaan Jerman (8.040 € ≈ IDR 120 Juta)
15. Pengurusan dan Airport Tax serta TIKET PESAWAT, Jakarta-Hamburg, One-Way



Layanan Pra-Keberangkatan dan Pendampingan 1 (satu) Bulan di Jerman

1. Pendampingan di Cengkareng Jakarta. (check-in, fiskal, airport tax, kartu embarkasi)
2. Pendampingan selama di Pesawat dari Jakarta menuju Hamburg*
3. Pencarian Akomodasi Tempat Tinggal yang dipersiapkan dari Indonesia
4. Penjemputan dan Pendampingan Imigrasi di Bandara Negara Jerman.
5. Orientasi & Pengenalan Kota, FH/Uni di Jerman
6. Pendampingan birokrasi meliputi:
a. Pendaftaran ke kantor kependudukan (Rathaus) & Izin Tinggal di Keimigrasian Jerman
b. Pembukaan rekening bank di Jerman
c. Pendaftaran asuransi kesehatan
d. Pendampingan pendaftaran kursus bahasa
e. Pembelian tiket trasportasi bulanan
f. Bantuan Pengurusan Pembukaan Berlangganan Handphone.
7. Pengenalan Obyek Wisata & Kebutuhan Sehari-hari
a. Pendampingan belanja kebutuhan sehari-hari
b. Pembelian kartu SIM telefon
c. Penjelasan sistem transportasi di Jerman
d. Penjelasan tata cara kehidupan di Jerman
8. Konseling Studi & Budaya Jerman “Workshop Things to Know in Your First Week in Germany”
9. Bantuan Pendampingan & Pengurusan dari Kota Tujuan sementara ke Kota Tujuan FH/Uni.
a. Penjemputan/pengantaran di Kota tujuan
b. Pengurusan dan Pengantaran ke tempat tinggal kota tujuan
c. Pembimbingan birokrasi di kota setempat
d. Orientasi kota meliputi Pengenalan sistem transportasi, Pengenalan tempat belanja, Orientasi ke kampus


Keterangan: * Minimal 10 siswa

Rabu, 17 Juni 2009

cerita seru dari JERMAN part.3

Cerita dari Edward di Hannover

Mengapa JERMAN?

Saya merasa bahwa kualistas pendidikan di JERMAN sangat bagus, hal itu terbukti dari majunya negara tersebut. Selain itu biaya pendidikan di JERMAN masih cukup murah, bahkan masih terdapat beberapa universitas yang membebaskan biaya kuliah.

Selain alasan kualitas pendidikan, alasan lainnya adalah adanya saudara sepupu saya yang terlebih dahulu menempuh pendidikan di JERMAN, tepatnya di MHH Hannover. Sehingga membuat saya bertambah yakin menjadikan JERMAN sebagi negara tujuan studi saya selanjutnya.

Bahasa JERMAN...

Saya belajar bahasa JERMAN benar-benar dari nol. Saya memutuskan untuk bergabung dengan STUFEN INTERNATIONAL. SAya mengambil kelas intensif di sana. Selain belajar bahasa JERMAN, kami juga mempelajari budaya JERMAN.
Mempelajari budaya JERMAN sangat penting bagi yang ingin ke JERMAN. Agar kita tidak mengalami kendala dalam bergaul atau berkomunikasi di JERMAN nantinya.

Kehidupan di JERMAN...

Saya menjadi jauh lebih mandiri, disiplin, terbuka dengan dunia luar, belajar berhemat, lebih percaya diri, dll. Semua karena kita harus mengerjakan semua urusan sendiri, dari pekerjaan rumah tangga dan masalah-masalah dalam lingkungan, misalnya mengurus Internet, Visa, Whonung, dll. Tapi kita masih bisa mendapatkan bantuan dari temen-temen. KArena ternyata banyak sekali mahasiswa yang berasal dari Indonesia, karenanya kita bisa saling menolong.
Untuk biaya hidup di JERMAN, kira-kira 400-500 Euro. Tapi itu juga tergantung dengan gaya hidup masing-masing, dan juga tergantung tempat tinggal kita.

Studienkolleg di JERMAN...

Biaya Studkol di Hanno hanya 180 Euro, dan sudah termasuk semestertiket se propinsi. Dengan biaya segitu, saya bisa mengikuti berbagai kegiatan olah raga, bahkan belajar tambahan dengan guru dari mata pelajaran yang belum kita mengerti.
Selain itu, kita juga mendapat fasilitas internet, dan meminjam buku di perpustakaan. Pelajaran-pelajaran di STudkol tidak jauh berbeda dengan pelajaran di SMA di Indonesia. Ada Geographie, Sejarah, IT, Culture, dll. Pengajar di Studkol terdiri dari para profesor dari UNI atau FH dan juga guru privat. Kesulitan dalam pelajaran biasanya pada kendala bahasa. Karena setiap hari banyak kosa kata baru, dan saya harus menguasai itu agar dapat menyesuaikan dengan pelajarannya.

Kehidupan di luar kampus...

Seperti kebanyakan mahasiswa di seluruh dunia, setelah selesai pelajaran , biasaya saya kumpul degan teman-teman. Saat akhir pekan biasanya saya main ke rumah Octa (teman dari STUFEN), atau kami (alumni STUFEN: saya, Hoki, Octa) main ke tempat Andi yang ada di Hamburg. Karena punya semester tiket, jadi kami bebas main ke seluruh Niedersachsen. Kalau tidak pergi bersama teman-teman, saya biasanya joging atau menghabiskan waktu nonton film lewat internet.

Rabu, 27 Mei 2009

cerita seru dari JERMAN part.2

Cerita dari Octa di Hannover

Pertama kali saya memutuskan untuk meneruskan kuliah di JERMAN, sebenarnya agak malas juga. Karena mau gak mau saya harus belajar bahasa JERMAN dari awal.
Waktu awal-awal belajar bahasa JERMAN memang tidak mudah. Tapi lama-lama jadi menyenangkan karena akhirnya terbiasa juga.

Saya belajar di STUFEN INTERNATIONAL selama 6 bulan. Guru-guru nya ramah dan cara pengajarannya sangat menyenangkan, sehingga tidak membuat siswanya bosan.
Selain belajar bahasa, kita juga belajar budaya-budaya JERMAN, baik dari kebiasaan sehari-hari orang JERMAN sampai ke sejarah JERMAN. Semua itu kita butuhkan agar nantinya kita tidak mengalami yang namanya "culture shock". Oh iya, kta gak hanya belajar, tapi juga mengikuti WORKSHOP nya yang dipandu sama Native asli dari JERMAN. JAdi nantinya, kita punya sedikit gambaran kalo kita nantinya menghadapi orang JERMAN di sana.

Selesai belajar bahsa dan segala persiapan di Indonesia, saya berangkat ke JERMAN.
Awalnya tetap saja bingung, namanya juga di negara orang lain. Tetapi saya tidak sendirian, karena di JERMAN terdapat Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI). Tentunya saya bergabung dengan PPI.

PPI sering mengadakan acara, dari yang hanya kumpul-kumpul, olahraga bareng, grill bareng dll. Jadi kita bisa semakin akrab dan nantinya bisa saling membantu jika salah satu dari kita menghadapi masalah. Dengan adanya PPI saya lebih merasa nyaman meneruskan studi saya di JERMAN.

Sesampainya di JERMAN saya sudah dipaksa untuk hidup lebih mandiri. Semuanya harus bisa saya lakukan sendiri. Bukan hanya pekerjaan rumah seperti masak, dan mencuci baju, tapi juga waktu berurusan dengan kedutaan, urusan Internet, dsb. Tapi dengan adanya teman-teman baik yang sama-sama dari STUFEN atao teman-teman PPI semua bisa saya lewati dengan lebih mudah.

Pengeluaran awal-awal kedatangan saya sampai kira-kira 600 Euro perbulan. Tapi itu karena saya belum bisa menyesuaikan diri dan sering tergoda tawaran diskon yang ada di Mal, juga karena saya masih terlalu sering makan di luar. Padahal kalau saja saya bisa ngirit saya hanya menghabiskan 15 Euro per minggu. Jadi kalau dihitung semua pengeluaran hanya 400 Euro perbulan.

Studienkolleg saya di FH Hannover. Fasilitasnya sangat memuaskan. Selain kegiatan perkuliahan, kita juga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan lain, terutama olahraga, tanpa mengaluarkan biaya ekstra. Padahal biaya persemesternya hanya 169 Euro, itu juga sudah termasuk Semester Tiket dalam kota dan seluruh NIedersachsen.

Pelajaran yang saya ambil sama dengan pelajaran SMA di Indonesia, such as Mathe (matematika), Physik (fisika), Chemie (Kimia), T-Zeichen, Englisch, Komputer. jadi saya tidak terlalu sulit dalam mengikuti pelajaran. Dalam satu kelas, kita akan bertemu dengan teman-teman dari negara lain yang sama-sama meneruskan studi di JERMAN. Contohnya di kelas, saya sekelas dengan teman dari MAroko, Cina, Libanon, Yaman, PEru, Bolivia, Afrika, dll. Mereka semua sangat ramah. Dan mungkin karena sama-sama orang asing, mereka jadi lebih terbuka dan mudah di ajak berteman.

So... gak usah ragu untuk meneruskan STUDI di JERMAN!
Semuanya tidak sesulit yang kamu bayangkan ;-D

Senin, 18 Mei 2009

cerita seru dari JERMAN part.1

Cerita dari Ikhsan Kharisma di BERLIN..

Kehidupan di Studienkolleg di BERLIN sangat menyenangkan.
Seperti kehidupan sekolah di Jakarta saja, paling bedanya kalau di JERMAN kita harus nyiapin segalanya sendiri.

Setiap hari saya bangun tidur jam 7 pagi untuk siap-siap berangkat, baru pada jam setengah 8 saya berangkat ke StudKol dengan menggunakan U-Bahn (kereta bawah tanah). Lama perjalanannya hanya 15 menit. Jadi saya tidak tergesa-gesa menuju StudKol.
Pelajaran di StudKol dimulai pada pukul 8.15 sampai pukul 4 sore. Waktu istirahatnya pada pukul 11.45.

Saat istirahat biasanya saya makan siang bersama teman-teman di Mensa (kantin mahasiswa). Makan siang di Mensa paling-paling hanya menghabiskan 15 Euro/minggu. Terkadang, saat persediaan uang sudah menipis, saya membawa bekal dari rumah untuk dimakan saat makan siang di Mensa.

Bayaran StudKol persemesternya di BERLIN sebesar 232 Euro itu pun sudah termasuk semester tiket, atau tiket kendaraan umum sekitar kota BERLIN. Jadi jika saya ingin pergi keliling BERLIN saya cukup menggunakan semester tiket itu. Tetapi saya bukan tipe yang sering bepergian. Saya lebih sering di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk surfing Internet.

Biaya hidup yang saya keluarkan tiap bulannya adalah sebesar 750 Euro. Itu termasuk besar, karena saya menyewa Einzel Apartment. Jika hanya menyewa Wohnung yang lebih sederhana mungkin hanya menghabiskan 450 Euro perbulannya.

Hmm.. Kesulitan-kesulitan yang saya alami di StudKol ini adalah pada mata pelajaran Mathe (matematika). Karena di BERLIN, standar nilai Mathe sangat tinggi. Kemarin saya sempat mendapat nilai 0 untuk Mathe Elementar dan 2 untuk Analisis. Sempat shock dan stress. Semakin Stress karena di satu kelas yang hanya terdiri dari 15 orang, hanya 3 orang yang lulus. Tetapi saya sadar bahwa Stress tidak menyelesaikan masalah,karenanya saya mencoba untuk cepat bangkit dari ke"stress"an saya. Kejadian-kejadian itu saya gunakan sebagai pemacu untuk lebih semangat belajar mengejar ketertinggalan.

Pesan saya untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studi di JERMAN.
Harus benar-benar serius belajar bahasa JERMAN dengan baik. Maksudnya, ketika belajar bahasa JERMAN harus dengan aktif di dalam kelas dan harus lebih banyak mencoba untuk berbicara dalam bahasa JERMAN agar lebih cepat terbiasa dengan bahasa JERMAN. Karena kalau tidak terbiasa, nantinya akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi ketika sudah sampai di JERMAN.

Selain bahasa JERMAN, terutama buat yang ingin mengambil jurusan TEKNIK, mata pelajaran matematika juga penting dan harus sanggup untuk dikuasai. Seperti yang tadi sudah saya bilang, standar nilai matematika, terutama di BERLIN ini, lebih tinggi. Minimal kita bisa lulus di mata pelajaran ini dengan nilai pas-pasan, tapi lebih bagus lagi memang kalau dapat nilai yang bagus.

Oh iya, bagi teman-teman yang memiliki penyakit khusus, lebih baik membawa obat-obatan khusus yang biasa kita minum di Indonesia. Begitu juga dengan makanan. Kalau takut tidak bisa beradaptasi langsung dengan makanan Eropa, lebih baik kita bawa makanan dari Indonesia. Perlahan-lahan kita baru menyesuaikan diri dan perut kita dengan makanan Eropa, khususnya makanan JERMAN.

So.. Das ist alles von mir.
Bis bald in Deutschland !(sampai jumpa di JERMAN!)
^_^

Jumat, 01 Mei 2009

Gak lulus..,JAMINAN UANG kembali*

Siapa yang berani saat krisis kayak gini ngasih jaminan uang kembali? Hanya STUFENEDU yang berani. Siapa aja yang berminat kuliah ke Jerman dan bergabung dengan StufenEdu akan mendapatkan jaminan uang kembali, jika mereka ga lulus dalam ujian Studienkolleg. Ga percaya, makanya tilpun aja ke 021-30171977, 021-71684649 pasti kita kasih tau semuanya tentang kuliah di Jerman.

Ada info baru juga nih, bagi sapa aja yang mo ambil kuliah kedokteran di Jerman, StufenEdu buka kelas khusus. Buruan daftarnya.
Kami ucapkan selamat bergabung buat Buchori, Daniel Pratama, n banyak lagi yang ga bisa kami sebut di sini. Pastikan masa depan kamu dengan kuliah di Jerman bersama kami di StufenEdu. Kuliah di Jerman sama hematnya dengan Kuliah di INdo.

Ohh iya nih, kami menjamin ga ada yang terlantar di Jerman, ga da yang ga di ceritain.
so tunggu apalagi... Buruan daftar...! tempat terbatas...!

*Syarat dan ketentuan berlaku

Senin, 13 April 2009

Stufen dapat di percaya

Stufen, sebuah nama yang berasal dari PT Stufen International. Nama ini menjadi jaminan bahwa anak anda di bimbing serta di dampingi di jerman dengan baik. berikut ini bukti kami dapat di percaya. kami diwawancara di sebuah harian cetak mengenai pelayanan dan bagaimana pendidikan di Jerman. silahkan lihat. serta keuntungan pa saja kalo anda atau nak anda kuliah di Jerman.






So, buruan daftar. kesempatan terbatas. hanya untuk 50 siswa. sebagian sudah terisi. anda bagaimana?

Rabu, 01 April 2009

masuk kul di jerman lebih mudah dari SNMPTN atau apalah

kamu pernah bingung ga? perasaan dah belajar abis2an buat masuk perguruan tinggi negeri favorit kita.eh tau2 pas ngeliat hasilnya ga lulus. sedih bener rasanya. Bedasarkan analisa pribadi ja nih. penyebab kurang beruntungnya temen2 SMA kita salah satunya ialah KURSI di universitasnya sendiri. Coba deh kamu bayangin dari 5000 siswa yang menjadi target penerimaan salah satu universitas favorit di bandung, hanya 5% yang diambil melalui SNMPTN atau sejenisnya. Sisanya?mungkin temen juga sudah tau kalo beberapa Uni udah jadi BHMN, so mereka berlomba untuk cari uang. Salah satunya dari mahasiswa baru, ditambah lagi yang namanya BHMN itu kaga boleh rugi menurut UU. Jadi tambah "kreatiflah" mereka mencari uang. salah satunya ya dari mahasiswa baru. Kalo lo punya duit banyak, lo boleh masuk. Kaga percaya?, liat ja berita2 di koran kompas tentang penerimaan mahasiswa lewat jalur mandiri. kamu pasti kaget. Tapikan ada beasiswa? Bener banget tapi dari sekian ribu mahasiswa yang pas2an berapa sih yang dapet beasiswa. begitulah bangsa tercinta ini, entah apa yang menjadi alasan pendidikan begitu mahal di negara ini. yach sudahlah.
nah bagi yang mempunyai uang lebih, kita nih cuma menyarankan, daripada buang uang ratusan bahkan ribuan juta alias miliar trus susah lagi, mendingan kita coba liat kuliah di jerman. di jerman biaya kuliahnya doank cuma 0-500 euro alias 7,5juta gitulah. itu dah semua yang berbau kuliah alias spp,praktek ato bop. pokoke all include lah. memang sih kita belum bicara biaya idup kita di sono. kalo kita bicara idup diluar kota biaya yang di keluarkan ga jauh beda kok. misalkan kita harus ngekos, makan&minum, buku, praktek, internetan n yang lain. keliatannya sih ga mahal karena kita tinggal minta n jumlahnya sedikit2, jadinya ga berasa. tapi coba deh di total jumlahnya hampir sama. so berubah pikiran?
trus kalo SNMPTN soalnya udah susah eh lulusnya juga susah. Gimana donk?
Gimana kalo ujian masuk Uni di Jerman, wah di minta doanya dah, karena dalam waktu dekat kita akan kasih liat kekamu soal2 ujian masuk STK UNI ato FH. Saya jamin kalo kamu dah bisa bahasa jerman, kamu pasti bilang soal matematikanya gampang.
so ditunggu ja kehadirannnya. ato hub ja STUFEN ok

Jumat, 27 Maret 2009

Disiplin berawal dari pendidikan

selamat sore teman-teman pembaca sekalian. Ini adalah tulisan yang mengungkapkan sebuah pengalaman pribadi aji. Berawal ketika saya selalu melihat pemandanganyang kurang mengenakan. Pemandangan itu ialah kebiasaan melawan arus dalam berkendaraan. Peristiwa ini saya lihat hampir setiap hari, baik ketika saya berangkat bekerja maupun ketika pulang kantor. Yang lebih miris lagi,jika kita peringkatkan atau terjadi sesuatu karena mereka melawan arah. mereka nih yang melawan arah tak sadar mereka sudah salah sedari awal akan marah2 bahkan ngajak berkelahi. susahkan kalo begini?
nah kalo begini. apa yang menjadi penyebab mereka melawan arah?karena kalo lewat jalur sebenarnya jauh?nyawanya punya serep banyak?ga bisa baca rambu?atau kurang terdidik?kalaupun terdidik, mereka dididik untuk cari gampangnya, bukan mencari amannya berkendara?.
apa kaitannya pendidikan dengan disiplin?kalau menurut saya, pendidikan di indonesia mengajarkan kita untuk kalo bisa dikerjain di sekolah atau orang lain trus kita bayar kenapa ga, kemudian kalo bisa nyogok untuk bisa naik kelas atau lulus kenapa ga. kemudian solusi apa yang bisa kita berikan supaya peristiwa tidak disiplin yang membahayakan ini tidak terjadi. saya akan berpikir mulailah kita mendidik diri kita sendiri dan generasi berikutnya untuk belajar berdisiplin. langkah selanjutnya ialah dari mana kita memulainya. saya berpendapat institusi pendidikanlah yang pertama2 harus diperbaiki. mulai dari yang paling dasar hingga pendidikan tinggi. pertanyaan selanjutnya ialah mampukah pendidkan tinggi kita mendidik manusia indonesia untuk berdisiplin. jawaban saya, bisa. karena hal itu tergantung kemauan kita dan tentunya dari siapa kita belajar. saya membaca sebuah artikel di media massa, bahwa kalo kita ingin maju, maka belajarlah dari orang lain. kalo bangsa kita ingin maju, maka tak salah kalo kita belajar ke negara yang lain dimana pendidkannya lebih maju, contohnya negara Jerman. pendidkan tinggi disana mengajarkan kemandirian, disiplin tinggi dan tentunya disertai integritas dari penyelengara pendidkan dan pemerintahnya yang mendukung pendidikan tersebut. bagaimana dengan di indonesia, sudah mahal, kurang integritas dari pendidik(dengan berbagai macam alasan) serta kurangnya dukungan pemerintah(coba lihat berapa biaya yg harus di keluarkan untuk masuk kuliah,besar banget bukan?) nah bandingkan dengan biaya pendidikan di Jerman yang rata2 masih sekita 500 euro atau kalo dirupiahkan sekita 7,5juta/semester bandingkan dengan disini. memang yang kurang dari segitu juga masih ada tapi berapa banyak n sampai kapan? trus kalo kita bertanya kualitasnya, dengan biaya yg hampir sama kemudian dibandingkan dengan fasilitas utama dan pendukung misalkan diskon buat mahasiswa untuk tiket kereta api, bus dan yang lain, belum lagi dengan kualitas pengajar yang mayoritas berpengalaman.
nah kalo kita misalkan mempunyai kemampuan menyekolahkan anak kita ke luar negeri, kenapa ga.dengan ini kita berharap, anak kita nanti mempunyai kemandirian serta disiplin tinggi pula. tentunya sebelumnya kita harus memberikan pengetahuan serta pemahaman yang kuat terlebih dahulu.

Selasa, 17 Maret 2009

kuliah di Jerman 7,5 juta/semester(SPP)?

ga percaya ma judul diatas. baik mari kita buktikan sama2. 1. kita lihat biaya kuliah di indo berapa. Inget artikel dibawah hanya menyantumkan bisa masuknya saja dan belum termasuk biaya kuliah yang lain misalkan uang SKS, BOP, praktek dan lain2

sekarang mari kita lihat kalo kuliah di jerman berapa dan apa saja yang harus kita keluarkan

percayakan? Artikel ini merupakan pengalaman langsung dari yang pernah kuliah di jerman

masih penasaran pa ja keuntungan kuliah di jerman. Buruan hubungi kami, tanya apa ja n buruan gabung ke stufen coz kesempatan terbatas