Cerita dari Ikhsan Kharisma di BERLIN..
Kehidupan di Studienkolleg di BERLIN sangat menyenangkan.
Seperti kehidupan sekolah di Jakarta saja, paling bedanya kalau di JERMAN kita harus nyiapin segalanya sendiri.
Setiap hari saya bangun tidur jam 7 pagi untuk siap-siap berangkat, baru pada jam setengah 8 saya berangkat ke StudKol dengan menggunakan U-Bahn (kereta bawah tanah). Lama perjalanannya hanya 15 menit. Jadi saya tidak tergesa-gesa menuju StudKol.
Pelajaran di StudKol dimulai pada pukul 8.15 sampai pukul 4 sore. Waktu istirahatnya pada pukul 11.45.
Saat istirahat biasanya saya makan siang bersama teman-teman di Mensa (kantin mahasiswa). Makan siang di Mensa paling-paling hanya menghabiskan 15 Euro/minggu. Terkadang, saat persediaan uang sudah menipis, saya membawa bekal dari rumah untuk dimakan saat makan siang di Mensa.
Bayaran StudKol persemesternya di BERLIN sebesar 232 Euro itu pun sudah termasuk semester tiket, atau tiket kendaraan umum sekitar kota BERLIN. Jadi jika saya ingin pergi keliling BERLIN saya cukup menggunakan semester tiket itu. Tetapi saya bukan tipe yang sering bepergian. Saya lebih sering di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk surfing Internet.
Biaya hidup yang saya keluarkan tiap bulannya adalah sebesar 750 Euro. Itu termasuk besar, karena saya menyewa Einzel Apartment. Jika hanya menyewa Wohnung yang lebih sederhana mungkin hanya menghabiskan 450 Euro perbulannya.
Hmm.. Kesulitan-kesulitan yang saya alami di StudKol ini adalah pada mata pelajaran Mathe (matematika). Karena di BERLIN, standar nilai Mathe sangat tinggi. Kemarin saya sempat mendapat nilai 0 untuk Mathe Elementar dan 2 untuk Analisis. Sempat shock dan stress. Semakin Stress karena di satu kelas yang hanya terdiri dari 15 orang, hanya 3 orang yang lulus. Tetapi saya sadar bahwa Stress tidak menyelesaikan masalah,karenanya saya mencoba untuk cepat bangkit dari ke"stress"an saya. Kejadian-kejadian itu saya gunakan sebagai pemacu untuk lebih semangat belajar mengejar ketertinggalan.
Pesan saya untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studi di JERMAN.
Harus benar-benar serius belajar bahasa JERMAN dengan baik. Maksudnya, ketika belajar bahasa JERMAN harus dengan aktif di dalam kelas dan harus lebih banyak mencoba untuk berbicara dalam bahasa JERMAN agar lebih cepat terbiasa dengan bahasa JERMAN. Karena kalau tidak terbiasa, nantinya akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi ketika sudah sampai di JERMAN.
Selain bahasa JERMAN, terutama buat yang ingin mengambil jurusan TEKNIK, mata pelajaran matematika juga penting dan harus sanggup untuk dikuasai. Seperti yang tadi sudah saya bilang, standar nilai matematika, terutama di BERLIN ini, lebih tinggi. Minimal kita bisa lulus di mata pelajaran ini dengan nilai pas-pasan, tapi lebih bagus lagi memang kalau dapat nilai yang bagus.
Oh iya, bagi teman-teman yang memiliki penyakit khusus, lebih baik membawa obat-obatan khusus yang biasa kita minum di Indonesia. Begitu juga dengan makanan. Kalau takut tidak bisa beradaptasi langsung dengan makanan Eropa, lebih baik kita bawa makanan dari Indonesia. Perlahan-lahan kita baru menyesuaikan diri dan perut kita dengan makanan Eropa, khususnya makanan JERMAN.
So.. Das ist alles von mir.
Bis bald in Deutschland !(sampai jumpa di JERMAN!)
^_^