Cerita dari Octa di Hannover
Pertama kali saya memutuskan untuk meneruskan kuliah di JERMAN, sebenarnya agak malas juga. Karena mau gak mau saya harus belajar bahasa JERMAN dari awal.
Waktu awal-awal belajar bahasa JERMAN memang tidak mudah. Tapi lama-lama jadi menyenangkan karena akhirnya terbiasa juga.
Saya belajar di STUFEN INTERNATIONAL selama 6 bulan. Guru-guru nya ramah dan cara pengajarannya sangat menyenangkan, sehingga tidak membuat siswanya bosan.
Selain belajar bahasa, kita juga belajar budaya-budaya JERMAN, baik dari kebiasaan sehari-hari orang JERMAN sampai ke sejarah JERMAN. Semua itu kita butuhkan agar nantinya kita tidak mengalami yang namanya "culture shock". Oh iya, kta gak hanya belajar, tapi juga mengikuti WORKSHOP nya yang dipandu sama Native asli dari JERMAN. JAdi nantinya, kita punya sedikit gambaran kalo kita nantinya menghadapi orang JERMAN di sana.
Selesai belajar bahsa dan segala persiapan di Indonesia, saya berangkat ke JERMAN.
Awalnya tetap saja bingung, namanya juga di negara orang lain. Tetapi saya tidak sendirian, karena di JERMAN terdapat Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI). Tentunya saya bergabung dengan PPI.
PPI sering mengadakan acara, dari yang hanya kumpul-kumpul, olahraga bareng, grill bareng dll. Jadi kita bisa semakin akrab dan nantinya bisa saling membantu jika salah satu dari kita menghadapi masalah. Dengan adanya PPI saya lebih merasa nyaman meneruskan studi saya di JERMAN.
Sesampainya di JERMAN saya sudah dipaksa untuk hidup lebih mandiri. Semuanya harus bisa saya lakukan sendiri. Bukan hanya pekerjaan rumah seperti masak, dan mencuci baju, tapi juga waktu berurusan dengan kedutaan, urusan Internet, dsb. Tapi dengan adanya teman-teman baik yang sama-sama dari STUFEN atao teman-teman PPI semua bisa saya lewati dengan lebih mudah.
Pengeluaran awal-awal kedatangan saya sampai kira-kira 600 Euro perbulan. Tapi itu karena saya belum bisa menyesuaikan diri dan sering tergoda tawaran diskon yang ada di Mal, juga karena saya masih terlalu sering makan di luar. Padahal kalau saja saya bisa ngirit saya hanya menghabiskan 15 Euro per minggu. Jadi kalau dihitung semua pengeluaran hanya 400 Euro perbulan.
Studienkolleg saya di FH Hannover. Fasilitasnya sangat memuaskan. Selain kegiatan perkuliahan, kita juga bisa mengikuti kegiatan-kegiatan lain, terutama olahraga, tanpa mengaluarkan biaya ekstra. Padahal biaya persemesternya hanya 169 Euro, itu juga sudah termasuk Semester Tiket dalam kota dan seluruh NIedersachsen.
Pelajaran yang saya ambil sama dengan pelajaran SMA di Indonesia, such as Mathe (matematika), Physik (fisika), Chemie (Kimia), T-Zeichen, Englisch, Komputer. jadi saya tidak terlalu sulit dalam mengikuti pelajaran. Dalam satu kelas, kita akan bertemu dengan teman-teman dari negara lain yang sama-sama meneruskan studi di JERMAN. Contohnya di kelas, saya sekelas dengan teman dari MAroko, Cina, Libanon, Yaman, PEru, Bolivia, Afrika, dll. Mereka semua sangat ramah. Dan mungkin karena sama-sama orang asing, mereka jadi lebih terbuka dan mudah di ajak berteman.
So... gak usah ragu untuk meneruskan STUDI di JERMAN!
Semuanya tidak sesulit yang kamu bayangkan ;-D
Rabu, 27 Mei 2009
Senin, 18 Mei 2009
cerita seru dari JERMAN part.1
Cerita dari Ikhsan Kharisma di BERLIN..
Kehidupan di Studienkolleg di BERLIN sangat menyenangkan.
Seperti kehidupan sekolah di Jakarta saja, paling bedanya kalau di JERMAN kita harus nyiapin segalanya sendiri.
Setiap hari saya bangun tidur jam 7 pagi untuk siap-siap berangkat, baru pada jam setengah 8 saya berangkat ke StudKol dengan menggunakan U-Bahn (kereta bawah tanah). Lama perjalanannya hanya 15 menit. Jadi saya tidak tergesa-gesa menuju StudKol.
Pelajaran di StudKol dimulai pada pukul 8.15 sampai pukul 4 sore. Waktu istirahatnya pada pukul 11.45.
Saat istirahat biasanya saya makan siang bersama teman-teman di Mensa (kantin mahasiswa). Makan siang di Mensa paling-paling hanya menghabiskan 15 Euro/minggu. Terkadang, saat persediaan uang sudah menipis, saya membawa bekal dari rumah untuk dimakan saat makan siang di Mensa.
Bayaran StudKol persemesternya di BERLIN sebesar 232 Euro itu pun sudah termasuk semester tiket, atau tiket kendaraan umum sekitar kota BERLIN. Jadi jika saya ingin pergi keliling BERLIN saya cukup menggunakan semester tiket itu. Tetapi saya bukan tipe yang sering bepergian. Saya lebih sering di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk surfing Internet.
Biaya hidup yang saya keluarkan tiap bulannya adalah sebesar 750 Euro. Itu termasuk besar, karena saya menyewa Einzel Apartment. Jika hanya menyewa Wohnung yang lebih sederhana mungkin hanya menghabiskan 450 Euro perbulannya.
Hmm.. Kesulitan-kesulitan yang saya alami di StudKol ini adalah pada mata pelajaran Mathe (matematika). Karena di BERLIN, standar nilai Mathe sangat tinggi. Kemarin saya sempat mendapat nilai 0 untuk Mathe Elementar dan 2 untuk Analisis. Sempat shock dan stress. Semakin Stress karena di satu kelas yang hanya terdiri dari 15 orang, hanya 3 orang yang lulus. Tetapi saya sadar bahwa Stress tidak menyelesaikan masalah,karenanya saya mencoba untuk cepat bangkit dari ke"stress"an saya. Kejadian-kejadian itu saya gunakan sebagai pemacu untuk lebih semangat belajar mengejar ketertinggalan.
Pesan saya untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studi di JERMAN.
Harus benar-benar serius belajar bahasa JERMAN dengan baik. Maksudnya, ketika belajar bahasa JERMAN harus dengan aktif di dalam kelas dan harus lebih banyak mencoba untuk berbicara dalam bahasa JERMAN agar lebih cepat terbiasa dengan bahasa JERMAN. Karena kalau tidak terbiasa, nantinya akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi ketika sudah sampai di JERMAN.
Selain bahasa JERMAN, terutama buat yang ingin mengambil jurusan TEKNIK, mata pelajaran matematika juga penting dan harus sanggup untuk dikuasai. Seperti yang tadi sudah saya bilang, standar nilai matematika, terutama di BERLIN ini, lebih tinggi. Minimal kita bisa lulus di mata pelajaran ini dengan nilai pas-pasan, tapi lebih bagus lagi memang kalau dapat nilai yang bagus.
Oh iya, bagi teman-teman yang memiliki penyakit khusus, lebih baik membawa obat-obatan khusus yang biasa kita minum di Indonesia. Begitu juga dengan makanan. Kalau takut tidak bisa beradaptasi langsung dengan makanan Eropa, lebih baik kita bawa makanan dari Indonesia. Perlahan-lahan kita baru menyesuaikan diri dan perut kita dengan makanan Eropa, khususnya makanan JERMAN.
So.. Das ist alles von mir.
Bis bald in Deutschland !(sampai jumpa di JERMAN!)
^_^
Kehidupan di Studienkolleg di BERLIN sangat menyenangkan.
Seperti kehidupan sekolah di Jakarta saja, paling bedanya kalau di JERMAN kita harus nyiapin segalanya sendiri.
Setiap hari saya bangun tidur jam 7 pagi untuk siap-siap berangkat, baru pada jam setengah 8 saya berangkat ke StudKol dengan menggunakan U-Bahn (kereta bawah tanah). Lama perjalanannya hanya 15 menit. Jadi saya tidak tergesa-gesa menuju StudKol.
Pelajaran di StudKol dimulai pada pukul 8.15 sampai pukul 4 sore. Waktu istirahatnya pada pukul 11.45.
Saat istirahat biasanya saya makan siang bersama teman-teman di Mensa (kantin mahasiswa). Makan siang di Mensa paling-paling hanya menghabiskan 15 Euro/minggu. Terkadang, saat persediaan uang sudah menipis, saya membawa bekal dari rumah untuk dimakan saat makan siang di Mensa.
Bayaran StudKol persemesternya di BERLIN sebesar 232 Euro itu pun sudah termasuk semester tiket, atau tiket kendaraan umum sekitar kota BERLIN. Jadi jika saya ingin pergi keliling BERLIN saya cukup menggunakan semester tiket itu. Tetapi saya bukan tipe yang sering bepergian. Saya lebih sering di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk surfing Internet.
Biaya hidup yang saya keluarkan tiap bulannya adalah sebesar 750 Euro. Itu termasuk besar, karena saya menyewa Einzel Apartment. Jika hanya menyewa Wohnung yang lebih sederhana mungkin hanya menghabiskan 450 Euro perbulannya.
Hmm.. Kesulitan-kesulitan yang saya alami di StudKol ini adalah pada mata pelajaran Mathe (matematika). Karena di BERLIN, standar nilai Mathe sangat tinggi. Kemarin saya sempat mendapat nilai 0 untuk Mathe Elementar dan 2 untuk Analisis. Sempat shock dan stress. Semakin Stress karena di satu kelas yang hanya terdiri dari 15 orang, hanya 3 orang yang lulus. Tetapi saya sadar bahwa Stress tidak menyelesaikan masalah,karenanya saya mencoba untuk cepat bangkit dari ke"stress"an saya. Kejadian-kejadian itu saya gunakan sebagai pemacu untuk lebih semangat belajar mengejar ketertinggalan.
Pesan saya untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studi di JERMAN.
Harus benar-benar serius belajar bahasa JERMAN dengan baik. Maksudnya, ketika belajar bahasa JERMAN harus dengan aktif di dalam kelas dan harus lebih banyak mencoba untuk berbicara dalam bahasa JERMAN agar lebih cepat terbiasa dengan bahasa JERMAN. Karena kalau tidak terbiasa, nantinya akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi ketika sudah sampai di JERMAN.
Selain bahasa JERMAN, terutama buat yang ingin mengambil jurusan TEKNIK, mata pelajaran matematika juga penting dan harus sanggup untuk dikuasai. Seperti yang tadi sudah saya bilang, standar nilai matematika, terutama di BERLIN ini, lebih tinggi. Minimal kita bisa lulus di mata pelajaran ini dengan nilai pas-pasan, tapi lebih bagus lagi memang kalau dapat nilai yang bagus.
Oh iya, bagi teman-teman yang memiliki penyakit khusus, lebih baik membawa obat-obatan khusus yang biasa kita minum di Indonesia. Begitu juga dengan makanan. Kalau takut tidak bisa beradaptasi langsung dengan makanan Eropa, lebih baik kita bawa makanan dari Indonesia. Perlahan-lahan kita baru menyesuaikan diri dan perut kita dengan makanan Eropa, khususnya makanan JERMAN.
So.. Das ist alles von mir.
Bis bald in Deutschland !(sampai jumpa di JERMAN!)
^_^
Jumat, 01 Mei 2009
Gak lulus..,JAMINAN UANG kembali*
Siapa yang berani saat krisis kayak gini ngasih jaminan uang kembali? Hanya STUFENEDU yang berani. Siapa aja yang berminat kuliah ke Jerman dan bergabung dengan StufenEdu akan mendapatkan jaminan uang kembali, jika mereka ga lulus dalam ujian Studienkolleg. Ga percaya, makanya tilpun aja ke 021-30171977, 021-71684649 pasti kita kasih tau semuanya tentang kuliah di Jerman.
Ada info baru juga nih, bagi sapa aja yang mo ambil kuliah kedokteran di Jerman, StufenEdu buka kelas khusus. Buruan daftarnya.
Kami ucapkan selamat bergabung buat Buchori, Daniel Pratama, n banyak lagi yang ga bisa kami sebut di sini. Pastikan masa depan kamu dengan kuliah di Jerman bersama kami di StufenEdu. Kuliah di Jerman sama hematnya dengan Kuliah di INdo.
Ohh iya nih, kami menjamin ga ada yang terlantar di Jerman, ga da yang ga di ceritain.
so tunggu apalagi... Buruan daftar...! tempat terbatas...!
*Syarat dan ketentuan berlaku
Ada info baru juga nih, bagi sapa aja yang mo ambil kuliah kedokteran di Jerman, StufenEdu buka kelas khusus. Buruan daftarnya.
Kami ucapkan selamat bergabung buat Buchori, Daniel Pratama, n banyak lagi yang ga bisa kami sebut di sini. Pastikan masa depan kamu dengan kuliah di Jerman bersama kami di StufenEdu. Kuliah di Jerman sama hematnya dengan Kuliah di INdo.
Ohh iya nih, kami menjamin ga ada yang terlantar di Jerman, ga da yang ga di ceritain.
so tunggu apalagi... Buruan daftar...! tempat terbatas...!
*Syarat dan ketentuan berlaku
Langganan:
Komentar (Atom)