Rabu, 20 April 2011

Bagaimana Kata-Kata Bisa Berada dalam DUDEN

© Public Domain
(© Public Domain)

Bagaimana kata – kata dimasukkan ke dalam Duden ?

Duden adalah kamus bahasa Jerman yang telah ada sejak 130 tahun lalu. Apakah Duden berisikan bahasa Jerman yang baik ? tetapi siapa yang menentukan? dan berdasarkan kriteria apa?


Konrad Duden, seorang kepala sekolah dasar, menerbitkan Vollständiges Orthografisches Wörterbuch der deutschen Sprache (kamus ortografi lengkap bahasa Jerman) pada tahun 1880. Tujuannya adalah untuk membakukan ejaan bahasa Jerman yang kacau pada saat itu menjadi ejaan kata yang berbeda. Ia berhasil. Duden menjadi buku referensi ejaan di seluruh wilayah berbahasa Jerman, dan sejak tahun 1902 dan seterusnya, kaidah ejaan tersebut diresmikan. Selama lebih dari 90 tahun, ia menekuni bidang ini, hingga pada tahun 1996 akhirnya kaidah ejaan baku / resmi ditetapkan. Meskipun demikian, Duden masih menjadi kamus bahasa Jerman yang paling terkenal dan Die deutsche Rechtschreibung (ejaan bahasa Jerman) merupakan buku dengan penjualan terlaris. Duden juga menerbitkan kamus – kamus lainnya, seperti Das Fremdwörterbuch (kamus bahasa asing), Das Synonymwörterbuch ( kamus sinonim), Das Aussprachewörterbuch (kamus pelafalan) dan Das Herkunftswörterbuch (kamus etimologi).

Dokumentasi Penggunaan Bahasa Saat ini

Kamus yang paling lengkap / detail adalah Duden – Deutsches Universalwörterbuch (Kamus Universal Bahasa Jerman). Kamus ini menghimpun kosakata dari bahasa kontemporer Jerman menggunakan sekitar 500.000 kata kunci, memberikan penjelasan kata – kata secara rinci dan menjelaskan bagaimana kata – kata tersebut digunakan, petunjuk ejaan, pelafalan, tata bahasa, etimologi, informasi tentang gaya penulisan dan informasi tentang jargon dan bahasa bidang – bidang tertentu (spesialis). Edisi ke tujuh akan diterbitkan pada bulan Maret 2011, berisikan 7000 entri baru, seperti “Abwrackprämie”, “Aschewolke” (awan debu), “Vuvuzela” and “skypen” (menggunakan Skype)

Sepuluh editor mengerjakan banyak buku dan panduan bahasa di kantor redaksi Duden di Mannheim. Untuk menemukan kata – kata baru, para lulusan literatur atau linguistik menggunakan program komputer untuk menjelajah database yang begitu luas berisikan artikel non-fiksi, novel, dan artikel-artikel Koran dari Jerman, Austria, dan Swis. Para editor membandingkan kata – kata yang mereka temukan dengan Duden dan menyaring satu kata baru. Mereka tidak memasukkan blog atau website lainnya. “Kami berhati – hati terhadap blog atau website tersebut”, kata Dr. Werner Scholze-Stubenrecht, ketua editor. “Kami hanya menggunakan kata – kata yang benar – benar telah dibaca oleh seorang editor”. Bahasa lisan juga tidak dimasukkan. “Akan terlalu rumit dan mahal”, kata Scholze-Stubenrecht, yang menganggap artikel surat kabar sebagai sumber yang paling penting untuk penciptaan/pembuatan kata-kata baru. Saat ini kata-kata baru sedang diciptakan terutama di bidang industri hiburan dan teknologi komunikasi. Menurut Scholze-Stubenrecht, itu adalah hal yang sangat menarik.


© dpa / Bildfunk
(© dpa / Bildfunk)

Kata – kata apa yang masuk dalam Duden ?

Tidak semua kata – kata baru dimasukkan ke dalam kamus, hanya kata – kata yang ditetapkan / digunakan dalam bahasa sehari – hari / umum. Bagi para editor Duden, itu berarti bahwa kata – kata yang sering muncul dan dalam genre / jenis teks yang berbeda- beda, mulai dari artikel koran hingga teks-teks sastra. “Kami membuat kesepakatan sendiri dan mengatakan, misalnya, jika sebuah kata muncul lebih dari 50 kali, kami memasukkannya”, ujar Scholze-Stubenrecht. Kata – kata yang ditemukan dalam media untuk suatu jangka waktu yang pendek, tidak akan dimasukkan. Juga tidak kata-kata yang hanya muncul dalam jurnal spesialis/bidang tertentu.

Namun jumlah/bilangannya tidak selalu jelas. Para editor membahas kasus – kasus khusus semacam ini sebagai sebuah tim. “Kami sangat berpengalaman sehingga tidak butuh waktu lama”, ujar Scholze-Stubenrecht, yang telah bekerja pada bidang editorial Duden selama 36 tahun. Keputusan biasanya diambil oleh orang yang bertanggung jawab untuk huruf pertama kata tersebut.

Banjir Kata-kata Baru

Kata kunci baru merupakan kata-kata, baik yang telah ada selama beberapa waktu maupun kata yang sama sekali baru atau makna kata-kata, namun belum termasuk dalam Duden. The Institut für Deutsche Sprache (IDS), Institut Bahasa Jerman, di Mannheim telah melakukan penelitian selama hampir 20 tahun terhadap kata-kata yang baru dalam bahasa Jerman tetapi belum dimasukkan ke dalam kamus, disebut neologisme (pembentukan kata baru). Staf telah mengumpulkan kata yang masuk bahasa pada tahun 1990 dan telah memasukkannya dalam kamus online.”Sekarang banyak kata-kata yang dimasukkan ke dalam Duden juga”, ujar Doris al-Wadi, peneliti yang mengerjakan proyek tersebut. Salah satu contohnya adalah Mobbing (pelecehan di tempat kerja), yang menjadi kata yang digunakan sehari – hari. Saat ini Al-Wadi dan para koleganya sedang mengumpulkan kata – kata yang pertama kali muncul dalam bahasa Jerman antara tahun 200 dan 2010. Beberapa dari kata – kata tersebut tercipta sangat cepat dengan sendirinya. Kata – kata tersebut telah dimasukkan ke dalam Duden dan menjadi bagian penggunaan bahasa saat ini. Misalnya “vorglühen” (membangun mood / suasana hati sebelum pesta dengan minum alkohol), “fremdschämen” (malu atas nama orang lain), “Gammelfleisch” (daging tidak layak untuk dikonsumsi manusia) dan twittern (mengakses / bermain twitter/nge-twit).

(© picture alliance)

Penghapusan yang Jarang

Kosakata terus berkembang. Dan dengan bertambahnya kosakata, bertambah pula ukuran kamus, karena penghapusan jarang dilakukan. Para editor tidak lagi memasukkan kata Entbindungsanstalt (rumah sakit bersalin) dan Luderwirtschaft (pub jorok) karena sudah terlalu tua dan usang. “Menghapus kata – kata adalah hal yang sulit”, ujar Scholze-Stubenrecht. “Kami sebisa mungkin menghindarinya”, tambahnya.


Source: © www.goethe.de (via germany.info )

Bahasa Translation : Lian @ Stufenedu