Kamis, 27 April 2017

Jalan lurus atau jalan memutar part 3

halooo apa kabar semua??, semoga semuanya sehat selalu yah.. aammiinn
beberapa waktu yang lalu admin menjelaskan bagaimana kita bisa kuliah di Jerman, baik melalui jalan sendiri, kemudian ada jalan sedikit memutar melaui aupair misalkan. kali ini admin akan menjelaskan kembali pada bagian ke 3 ini. jalan menuju kuliah di Jerman melalui konsultan studi.
pertama-tama kita harus tahu kenapa kita membutuhkan konsultan studi. ada beberapa alasan yang bisa kita pakai. misalkan kita bisa fokus kepada nilai sekolah, karena nilai sekolah juga merupakan syarat penting untuk bisa kuliah dan tidak terganggu dengan mata pelajaran atau kursus tambahan Bahasa Jerman. setidaknya tidak menambah beban pada fokus kita, harusnya sudah cukup berat dengan mata pelajaran yang di UN kan. ini kita harus nambah lagi dengan kursus bahasa Jerman. ga repot urusan dokumen seperti penterjemahan kedalam bahasa Jerman yang mensyaratkan kalo terjemahannya tersumpah, ga perlu nunggu feeback baru memutuskan kapan berangkat ke Jermannya. atau dah capek beli tiket murah..eh Visa studinya belum keluar. dan masih banyak alasa yang lain seperti yang tak kalah pentingnya. Yaitu PENDAMPINGAN, kenapa Penting? ya iyalah bapak/ibu, bro/sis dan sobat sekalian. BAYANGKAN!!! anda tiba di negara Asing yang mungkin anda belum pernah kesana, minimal belum pernah tinggal lama disana dan ga tau peraturan-peraturan secara detail disana. belum lagi kalo kita harus mengikuti ujian ke ujian yang pastinya berpindah-pindah tempat,









belum lagi kalo kita harus menginap karena ujian yang beda tempat dan jauhh dari tempat kita turun pesawat. daaan bawaaan kita loh..ga berat apa bawa koper besar?, belum lagi kalo ditempat ujian 1 ga lulus. berikutnya ada lah dengan PENDAMPINGAN YANG BENAR anda bisa bertanya langsung, apa yang ga boleh. apa yang boleh, resiko-resiko yang bakal di hadapi hingga masalah uang jaminan yg biasanya kurang dalam hal memanajemenkannya..misalkan beli sesuatu via OL . ga sadar tiba2 terjebak ke jebakan OL atau tiba2 habis aja tu uang jaminan dan ketauan pas mau perpanjang VISA Studinya disana. Pendampingan yang baik juga terlihat dari sampai acara yg dijadwalkan selesai, bukan hanya Pendampinganya ceramah ngasih tau terus pergi tanpa dilihat bener atau bisa ga yang di dampingi. Sooo sobat, berhati-hatilah memilih konsultan studi. seperti apa bener semuanya ini dan itunya.. jangan malas untuk browsing sobat, mana kampus negeri dan mana kampus swasta. jika di rasa masuk akal (bukan di akal-akalin tapi..hihi) silahkan pertimbangkan keuntungan dan kerugiannya memakai konsultan studi

soo, sekian dari kami guys.. mungkin demikian yg bisa kami sampaikan berdasarkan pengalaman kami..info lebih lanjut bisa kontak admin di halaman muka blog ini.. terima kasih dan semoga bermanfaat.
foto di ambil dari halamann HAW hamburg di bagian jurusan flugzeugbau dan dari halaman HS Anhalt.de
aufwiedersehen..

Rabu, 12 April 2017

jalan memutar atau jalan lurus part 2

sore guys maaf yah admin lama ga nonggol lagi...
kali ini kita kita ngebahas tenatang bagaimana bisa kuliah dengan jalan yang bisa di tempuh.mulai dari sendiri, aupair hingga menggunakan jasa agen. nah sekarang kita bahasa dengan menggunakan jalan Aupair? pertama-tama apa sih itu aupair?
beradasarkan web ini aupair ialah https://en.wikipedia.org/wiki/Au_pair
asisten rumah tangga yang menjadi bagian dari host familie atau gampangnya rumah majikan, biasanya mengerjakan childcare atau pekerjaan rumah tangga lainnya bahkan jika punya kemampuan yang lain seperti mengemudi dia akan diminta untuk mengemudi tentunya dengan tidak jauh dari pekerjaan sebenarnya urusan anak dan rumah tangga yang lainnya. aupair sanggat bergantung dari peraturan negara masing2 yang menganaut atau membolehkan adanya aupair seperti Jerman. biasanya peraturan umumnya berkaitan dengan umur yang ga boleh lebih dari 26 tahun, bisa berbahasa jerman tentunya walau ga setinggi untuk kuliah. serta biasanya di beri uang saku tergantung perjanjian awalnya antara majikan dan sang aupair. aupair juga di perbolehkan tinggal bersam majikannya, karena memang tugas utamanya adalah urusan rumah tangga dan urusan anak. lantas apa kaitannya dengan kuliah di Jerman?beberapa orang menyebut hal ini sebagai jalan menuju kuliah di Jerman yang katanya lebih murah, gratis tempat tinggal dll.
untuk bisa kuliah tentunya peraturannya adalah sama, bisa bahasa Jerman sesuai peraturan minimal bisa berbahasa jerman dan punya sertifikat bahasa yang di akui di kampus maupun lembaga pengesahan semacam uni assist atau anabin. berikutnya yang perlu kita ketahui adalah, karena kita disana sebagai orang asing. untuk masuk dunia perkuliahan perlu yang namanya jaminan keuangan, kalu jalur normal dengan mengirim kan ke rekening si anak di jerman. nah kalo aupair sang majikan apakah mau menjadi sang penjamin si aupair mau kuliah. hal ini kembali ke masing2 majikan apakah mau jadi penjamin atau tidak, jika tidak maka harus mengunakan metode normal yaitu menunjukan jaminan keuangan yg sesuai peraturan. selanjutnya dalah berbicara masalah dokumen. layaknya melamar ke kampus kita perlu dokumen ijazah terahir yg kita miliki dan sudah di terjemahkan oleh penerjemah tersumpah kalo di indonesia. kalo kami ga hanya 1 kampus kami lamarkan nah si aupair tergantung seberapa banyak dokumen yg ia punya. begitupun dengan yang dokumen uni assist. ada biaya yg harus di keluarkan.
kesimpulannya adalah: resiko tetap ada walau memang uang yang di keluarkan lebih sedikit. mulai dari sang majikan ga mau jadi penjamin setidaknya selama masa kontrak kerja, berikutnya proses menuju jenjang kuliah yang tetap butuh pengurusan dokumen dan pengurusan ke lembaga rekanan kampus seperti uni assist. belum kalo berbicara kaitanya dengan ijazah kita yang selalu berubah2 pada saat ganti pimpinan di lembaga pendidikan kita. jangan lupa juga bahwa nilai juga menjadi perhitungan bisa kuliah di jerman atau tidak..begitu selesai urusan dengan majikan dan kita jadi mahasiswa/i ingat rumah menjadi tidak gratis lagi dan biaya2 lainnya bermunculan seperti asuransi, biaya kuliah tentunya, transport dll. Nah siap kah sobat dengan resiko ini??

*gambar di ambil dari alice salomon hochschule berlin