kali ini kita kita ngebahas tenatang bagaimana bisa kuliah dengan jalan yang bisa di tempuh.mulai dari sendiri, aupair hingga menggunakan jasa agen. nah sekarang kita bahasa dengan menggunakan jalan Aupair? pertama-tama apa sih itu aupair?
beradasarkan web ini aupair ialah https://en.wikipedia.org/wiki/Au_pair
asisten rumah tangga yang menjadi bagian dari host familie atau gampangnya rumah majikan, biasanya mengerjakan childcare atau pekerjaan rumah tangga lainnya bahkan jika punya kemampuan yang lain seperti mengemudi dia akan diminta untuk mengemudi tentunya dengan tidak jauh dari pekerjaan sebenarnya urusan anak dan rumah tangga yang lainnya. aupair sanggat bergantung dari peraturan negara masing2 yang menganaut atau membolehkan adanya aupair seperti Jerman. biasanya peraturan umumnya berkaitan dengan umur yang ga boleh lebih dari 26 tahun, bisa berbahasa jerman tentunya walau ga setinggi untuk kuliah. serta biasanya di beri uang saku tergantung perjanjian awalnya antara majikan dan sang aupair. aupair juga di perbolehkan tinggal bersam majikannya, karena memang tugas utamanya adalah urusan rumah tangga dan urusan anak. lantas apa kaitannya dengan kuliah di Jerman?beberapa orang menyebut hal ini sebagai jalan menuju kuliah di Jerman yang katanya lebih murah, gratis tempat tinggal dll.
untuk bisa kuliah tentunya peraturannya adalah sama, bisa bahasa Jerman sesuai peraturan minimal bisa berbahasa jerman dan punya sertifikat bahasa yang di akui di kampus maupun lembaga pengesahan semacam uni assist atau anabin. berikutnya yang perlu kita ketahui adalah, karena kita disana sebagai orang asing. untuk masuk dunia perkuliahan perlu yang namanya jaminan keuangan, kalu jalur normal dengan mengirim kan ke rekening si anak di jerman. nah kalo aupair sang majikan apakah mau menjadi sang penjamin si aupair mau kuliah. hal ini kembali ke masing2 majikan apakah mau jadi penjamin atau tidak, jika tidak maka harus mengunakan metode normal yaitu menunjukan jaminan keuangan yg sesuai peraturan. selanjutnya dalah berbicara masalah dokumen. layaknya melamar ke kampus kita perlu dokumen ijazah terahir yg kita miliki dan sudah di terjemahkan oleh penerjemah tersumpah kalo di indonesia. kalo kami ga hanya 1 kampus kami lamarkan nah si aupair tergantung seberapa banyak dokumen yg ia punya. begitupun dengan yang dokumen uni assist. ada biaya yg harus di keluarkan.
kesimpulannya adalah: resiko tetap ada walau memang uang yang di keluarkan lebih sedikit. mulai dari sang majikan ga mau jadi penjamin setidaknya selama masa kontrak kerja, berikutnya proses menuju jenjang kuliah yang tetap butuh pengurusan dokumen dan pengurusan ke lembaga rekanan kampus seperti uni assist. belum kalo berbicara kaitanya dengan ijazah kita yang selalu berubah2 pada saat ganti pimpinan di lembaga pendidikan kita. jangan lupa juga bahwa nilai juga menjadi perhitungan bisa kuliah di jerman atau tidak..begitu selesai urusan dengan majikan dan kita jadi mahasiswa/i ingat rumah menjadi tidak gratis lagi dan biaya2 lainnya bermunculan seperti asuransi, biaya kuliah tentunya, transport dll. Nah siap kah sobat dengan resiko ini??
