Rabu, 13 Juni 2012

Jerman Menyediakan Dana Bagi Restorasi Borobudur

Dengan dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, pemerintah Republik Federal Jerman dan UNESCO mensahkan kelanjutan kerja sama untuk merestorasi salah satu candi Buddha yang terpenting di dunia.

Jerman Menyediakan Dana Bagi Restorasi Borobudur
Duta Besar Dr. Baas (3 dari kiri) dan Perwakilan dari UNESCO Dr. Gijzen (3 dari kanan)
menyerahkan Kesepakatan antara pemerintah Republik Federal Jerman
dan UNESCO yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (tengah)

(© Kedutaan Jerman / Glaschke)
 
Dari dana bantuan bagi pelestarian budaya Kementerian Luar Negeri Jerman sebanyak 106.000 Euro disediakan bagi kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan oleh UNESCO bagi pelestarian Candi Borobudur, yang sejak tahun 1991 termasuk dalam Situs Warisan Budaya Dunia-UNESCO. Sudah sejak tahun lalu Jerman menyediakan dana hampir 40.000 Euro bagi proyek ini.

Candi yang berusia sekitar 1200 tahun dan berbentuk seperti piramida serta terletak di Propinsi Jawa Tengah ini, pada tahun 2010 mengalami kerusakan parah akibat letusan Gunung Merapi. Dalam proyek penanganan darurat, dimana beberapa negara dan berbagai organisasi swasta turut serta, Candi Borobudur pertama-tama dibersihkan dari abu vulkanis yang dapat merusak kondisi candi.
 
Dana dari pemerintah Jerman antara lain akan dipergunakan untuk melakukan analisis struktur batu-batuan relief candi yang begitu banyak dan mengagumkan itu serta menemukan metode yang dapat menjamin upaya pelestarian jangka panjang candi.
Para ahli konservasi terkenal dari Jerman seperti Prof. Hans Leisen dan Dr. Esther von Plehwe-Leisen serta ahli kmia Dr. Eberhard Wendler akan memberikan rekomendasi kepada mitra Indonesia dan internasional mereka untuk tindakan lanjutan bagi upaya pelestarian.

Acara penandatanganan kesepakatan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2012 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta selain dihadiri oleh Wakil Menteri Wiendu Nuryanti, juga dihadiri oleh Wakil Direktur Jenderal UNESCO Bidang Kebudayaan, Francesco Bandarin dan Duta Besar Mexico untuk Indonesia, Melba Pria, yang merupakan anggota Komite „Friends of Borobudur“.