Dengan dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,
pemerintah Republik Federal Jerman dan UNESCO mensahkan kelanjutan kerja
sama untuk merestorasi salah satu candi Buddha yang terpenting di
dunia.
![]() |
| Duta Besar Dr. Baas (3 dari
kiri) dan Perwakilan dari UNESCO Dr. Gijzen (3 dari kanan) menyerahkan Kesepakatan antara pemerintah Republik Federal Jerman dan UNESCO yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (tengah) (© Kedutaan Jerman / Glaschke) |
Dari dana bantuan bagi pelestarian budaya Kementerian Luar Negeri
Jerman sebanyak 106.000 Euro disediakan bagi kegiatan lanjutan yang
akan dilaksanakan oleh UNESCO bagi pelestarian Candi Borobudur, yang
sejak tahun 1991 termasuk dalam Situs Warisan Budaya Dunia-UNESCO. Sudah
sejak tahun lalu Jerman menyediakan dana hampir 40.000 Euro bagi proyek
ini.
Dana dari pemerintah
Jerman antara lain akan dipergunakan untuk melakukan analisis struktur
batu-batuan relief candi yang begitu banyak dan mengagumkan itu serta
menemukan metode yang dapat menjamin upaya pelestarian jangka panjang
candi.
Para ahli konservasi terkenal dari Jerman seperti Prof.
Hans Leisen dan Dr. Esther von Plehwe-Leisen serta ahli kmia Dr.
Eberhard Wendler akan memberikan rekomendasi kepada mitra Indonesia dan
internasional mereka untuk tindakan lanjutan bagi upaya pelestarian.
Acara
penandatanganan kesepakatan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2012
di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta selain dihadiri
oleh Wakil Menteri Wiendu Nuryanti, juga dihadiri oleh Wakil Direktur
Jenderal UNESCO Bidang Kebudayaan, Francesco Bandarin dan Duta Besar
Mexico untuk Indonesia, Melba Pria, yang merupakan anggota Komite
„Friends of Borobudur“.
Source: jakarta.diplo.de
