Karakteristik dasar bangsa Jerman adalah sikap monokromik mereka
dalam masalah waktu, contohnya mereka akan mengerjakan satu pekerjaan
tertentu hingga selesai secara tuntas sebelum pindah ke pekerjaan
lainnya. Mereka akan jujur dan terus terang dalam bernegosiasi,
cenderung berbicara secara blak-blakan serta menyatakan
ketidaksetujuannya secara terbuka, mereka juga tidak suka diburu-buru.
Mereka termasuk bangsa yang peduli. Jangan kaget jika tetangga atau teman (Jerman) melancarkan kritikan atau menegur secara langsung apabila kita melakukan kesalahan, menimbulkan kebisingan, atau memasak masakan dengan bau yang menyengat.
Di Jerman, melakukan pengawasan terhadap ketertiban umum merupakan “kewajiban” setiap warga masyarakat. Pada umumya mereka mempunyai kemampuam bahasa asing dengan baik (terutama Inggris dan Perancis), namun sering kurang pengetahuannya tentang budaya asing. Dalam berkomunikasi dengan bangsa lain, sedapat mungkin mereka lebih suka berbahasa Jerman.
TRANSPORTASI UMUM
Di Berlin khususnya, transportasi sangat mudah bisa menggunakan Kereta bawah tanah (U-Bahn), kereta dengan rel diatas jalan (S-Bahn), kereta di jalan raya (Tram) dan bus. Biaya transportasi juga terjangkau, dan tiket/karcis dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan tersebut.
Bila berkeinginan mengendarai mobil sendiri, untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi Jerman pun tidak masalah. Bagi Homestaf, hanya dengan menyerahkan SIM Indonesia ke Fungsi Konsuler KBRI Berlin untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, selanjutnya diurus ke kantor polisi Berlin bagian SIM. Memang perlu waktu untuk mengurusnya, tetapi Surat Izin Mengemudi Jerman ini berlaku seumur hidup.
KEHIDUPAN DI JERMAN
Jerman merupakan salah satu Negara dengan standard hidup tinggi di dunia.
Asuransi
Di Jerman asuransi sangat penting, setiba di Jerman yang pertama kali harus diurus adalah Asuransi Kesehatan, oleh karena tanpa asuransi kesehatan apabila kita terkena penyakit atau kecelakaan dan belum mempunyai asuransi kesehatan, sangat sulit dan biaya sangat mahal.
Olah raga dan liburan
Bagi orang Jerman kedua hal tersebut sangat penting. Orang Jerman sangat senang berolah raga, dan mereka dalam satu tahun harus melakukan liburan untuk melepaskan kepenatan, mereka percaya melepaskan segala rutinitas akan memberikan ide dan kreativitas-kreativitas baru.
KEBUTUHAN HIDUP DI JERMAN
Kebutuhan hidup di Jerman cukup mahal, disarankan untuk membawa peralatan rumah tangga, furnitur dari Indonesia. Alat-alat elekronik di Jerman semua memerlukan daya (Watt) yang sangat tinggi, karena itu apabila kita membeli di Jerman agak sulit untuk digunakan kembali di Indonesia.
Mencari Timpat Tinggal
Pencarian tempat tinggal merupakan tanggungjawab pribadi namun pada umumnya dibantu oleh staf bidang terkait di KBRI. Pencarian dapat dilakukan melalui internet atau dari Koran-koran lokal. Apabila ingin tinggal di dalam kota umumnya lebih banyak tempat tinggal Appartemen, namun bila ingin menyewa rumah mungkin agak jauh dari pusat kota. Pada umumnya suatu hunian tempat tinggal selalu sudah tersedia sekolah-sekolah dan fasilitas-fasilitas umum.
Beberapa pemilik rumah/apartemen menyerahkan urusan sewa-menyewa rumah pada perusahaan perantara/makelar, sehingga pada waktu melihat rumah/apartemen yang akan disewa, berhubungan dengan makelarnya. Bertemu dengan pemilik rumah baru dilakukan pada saat penandatanganan kontrak. Pembayaran pertama sebesar 3 bulan sewa rumah, biaya makelar rata-rata 2 bulan sewa rumah + 16% pajak makelar.
Pada saat akan meninggalkan rumah atau tempat tinggal, keadaan rumah/apartemen harus kembali pada kondisi semula saat memasuki rumah tersebut. Rumah/appartemen harus dibersihkan, dinding dicat kembali dan karpet dicuci. Jika ada kerusakan, harus menggantinya atau dikenakan biaya perbaikan.
Pakaian
Jika waktu pemberangkatan pada saat musim dingin, sebaiknya membawa perlengkapan untuk musim dingin secukupnya seperti baju dalam, jas tebal, mantel dan sebagainya. Perlengkapan tersebut dapat diperoleh didalam negeri.
Alat dapur
Pada umumnya alat dapur semua lengkap, tapi apabila untuk keperluan masak dalam jumlah banyak disarankan membeli panci ukuran besar (20 L lebih) di Indonesia saja karena relative lebih murah. Hati-hati untuk membawa penggorengan karena pada umumnya kompor di Jerman menggunakan listrik jadi penggorengan dari Indonesia tidak dapat digunakan karena bentuknya setengah lingkaran.
Cobek untuk membuat sambal juga tidak tersedia di Jerman. Lebih baik membawa Rice cooker dari Indonesia, juga cetakan-cetakan kue tradisional alangkah lebih baik dibawa dari Indonesia seperti, cetakan untuk kue bolu kukus, serabi, pancong, putu mayang dan lain-lain.
Bumbu
Untuk kebutuhan bumbu-bumbu masakan dan bahan-bahan kue semua tersedia lengkap di Toko Vietnam (Vienh Loi, Asia Mekong, di Berlin dan beberapa kota besar lainnya) dan Toko Indonesia (www.tokoindonesia.de, di Hamburg). Semua bahan kebutuhan pokok tersedia (beras, kecap, indomie dengan berbagai macam rasa, sambal indofood, sayuran asia, buah-buahan asia, kerupuk, emping dll), yang mungkin agak susah didapat adalah daun salam, kencur dan kapur sirih. Untuk daging sapi, kambing dan ayam halal dapat kita dapatkan di toko-toko Turki (birlikmarkt).
Toko-toko (Mal/ Arkaden/Plaza)
Sekarang ini di Berlin khususnya disetiap wilayah terdapat pusat pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan keluarga. Toko Butik/Mal biasanya memnyediakan barang-barang dengan merk terkenal dengan harga yang cukup tinggi. Namun demikian ada beberapa toko swalayan yang menyediakan kebutuhan keluarga dengan harga yang relative lebih murah tapi tetap memperhatikan kwalitas, misalnya Toko swalayan Aldi, Lidl, dan Plus.
Keperluan bayi dan anak
Mengingat Jerman adalah Negara maju, semua kebutuhan bayi dan anak mudah didapat. Susu bubuk bayi tambahan di Jerman hanya tersedia untuk bayi sampai usia 12 bulan. Mereka lebih mengutamakan ASI dan susu sapi murni serta sari buah-buahan. Apabila keluarga membawa balita disarankan membawa persediaan susu yang disukai anak dari Indonesia untuk masa peralihan atau adaptasi.
Links :
Kantor Imigrasi di Berlin : http://www.berlin.de/labo/
Kedutaan Besar Republik Federasi Jerman di Jakarta : http://www.jakarta.diplo.de
Credits: www.kemlu.go.id
Mereka termasuk bangsa yang peduli. Jangan kaget jika tetangga atau teman (Jerman) melancarkan kritikan atau menegur secara langsung apabila kita melakukan kesalahan, menimbulkan kebisingan, atau memasak masakan dengan bau yang menyengat.
Di Jerman, melakukan pengawasan terhadap ketertiban umum merupakan “kewajiban” setiap warga masyarakat. Pada umumya mereka mempunyai kemampuam bahasa asing dengan baik (terutama Inggris dan Perancis), namun sering kurang pengetahuannya tentang budaya asing. Dalam berkomunikasi dengan bangsa lain, sedapat mungkin mereka lebih suka berbahasa Jerman.
TRANSPORTASI UMUM
Di Berlin khususnya, transportasi sangat mudah bisa menggunakan Kereta bawah tanah (U-Bahn), kereta dengan rel diatas jalan (S-Bahn), kereta di jalan raya (Tram) dan bus. Biaya transportasi juga terjangkau, dan tiket/karcis dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan tersebut.
Bila berkeinginan mengendarai mobil sendiri, untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi Jerman pun tidak masalah. Bagi Homestaf, hanya dengan menyerahkan SIM Indonesia ke Fungsi Konsuler KBRI Berlin untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, selanjutnya diurus ke kantor polisi Berlin bagian SIM. Memang perlu waktu untuk mengurusnya, tetapi Surat Izin Mengemudi Jerman ini berlaku seumur hidup.
KEHIDUPAN DI JERMAN
Jerman merupakan salah satu Negara dengan standard hidup tinggi di dunia.
Asuransi
Di Jerman asuransi sangat penting, setiba di Jerman yang pertama kali harus diurus adalah Asuransi Kesehatan, oleh karena tanpa asuransi kesehatan apabila kita terkena penyakit atau kecelakaan dan belum mempunyai asuransi kesehatan, sangat sulit dan biaya sangat mahal.
Olah raga dan liburan
Bagi orang Jerman kedua hal tersebut sangat penting. Orang Jerman sangat senang berolah raga, dan mereka dalam satu tahun harus melakukan liburan untuk melepaskan kepenatan, mereka percaya melepaskan segala rutinitas akan memberikan ide dan kreativitas-kreativitas baru.
KEBUTUHAN HIDUP DI JERMAN
Kebutuhan hidup di Jerman cukup mahal, disarankan untuk membawa peralatan rumah tangga, furnitur dari Indonesia. Alat-alat elekronik di Jerman semua memerlukan daya (Watt) yang sangat tinggi, karena itu apabila kita membeli di Jerman agak sulit untuk digunakan kembali di Indonesia.
Mencari Timpat Tinggal
Pencarian tempat tinggal merupakan tanggungjawab pribadi namun pada umumnya dibantu oleh staf bidang terkait di KBRI. Pencarian dapat dilakukan melalui internet atau dari Koran-koran lokal. Apabila ingin tinggal di dalam kota umumnya lebih banyak tempat tinggal Appartemen, namun bila ingin menyewa rumah mungkin agak jauh dari pusat kota. Pada umumnya suatu hunian tempat tinggal selalu sudah tersedia sekolah-sekolah dan fasilitas-fasilitas umum.
Beberapa pemilik rumah/apartemen menyerahkan urusan sewa-menyewa rumah pada perusahaan perantara/makelar, sehingga pada waktu melihat rumah/apartemen yang akan disewa, berhubungan dengan makelarnya. Bertemu dengan pemilik rumah baru dilakukan pada saat penandatanganan kontrak. Pembayaran pertama sebesar 3 bulan sewa rumah, biaya makelar rata-rata 2 bulan sewa rumah + 16% pajak makelar.
Pada saat akan meninggalkan rumah atau tempat tinggal, keadaan rumah/apartemen harus kembali pada kondisi semula saat memasuki rumah tersebut. Rumah/appartemen harus dibersihkan, dinding dicat kembali dan karpet dicuci. Jika ada kerusakan, harus menggantinya atau dikenakan biaya perbaikan.
Pakaian
Jika waktu pemberangkatan pada saat musim dingin, sebaiknya membawa perlengkapan untuk musim dingin secukupnya seperti baju dalam, jas tebal, mantel dan sebagainya. Perlengkapan tersebut dapat diperoleh didalam negeri.
Alat dapur
Pada umumnya alat dapur semua lengkap, tapi apabila untuk keperluan masak dalam jumlah banyak disarankan membeli panci ukuran besar (20 L lebih) di Indonesia saja karena relative lebih murah. Hati-hati untuk membawa penggorengan karena pada umumnya kompor di Jerman menggunakan listrik jadi penggorengan dari Indonesia tidak dapat digunakan karena bentuknya setengah lingkaran.
Cobek untuk membuat sambal juga tidak tersedia di Jerman. Lebih baik membawa Rice cooker dari Indonesia, juga cetakan-cetakan kue tradisional alangkah lebih baik dibawa dari Indonesia seperti, cetakan untuk kue bolu kukus, serabi, pancong, putu mayang dan lain-lain.
Bumbu
Untuk kebutuhan bumbu-bumbu masakan dan bahan-bahan kue semua tersedia lengkap di Toko Vietnam (Vienh Loi, Asia Mekong, di Berlin dan beberapa kota besar lainnya) dan Toko Indonesia (www.tokoindonesia.de, di Hamburg). Semua bahan kebutuhan pokok tersedia (beras, kecap, indomie dengan berbagai macam rasa, sambal indofood, sayuran asia, buah-buahan asia, kerupuk, emping dll), yang mungkin agak susah didapat adalah daun salam, kencur dan kapur sirih. Untuk daging sapi, kambing dan ayam halal dapat kita dapatkan di toko-toko Turki (birlikmarkt).
Toko-toko (Mal/ Arkaden/Plaza)
Sekarang ini di Berlin khususnya disetiap wilayah terdapat pusat pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan keluarga. Toko Butik/Mal biasanya memnyediakan barang-barang dengan merk terkenal dengan harga yang cukup tinggi. Namun demikian ada beberapa toko swalayan yang menyediakan kebutuhan keluarga dengan harga yang relative lebih murah tapi tetap memperhatikan kwalitas, misalnya Toko swalayan Aldi, Lidl, dan Plus.
Keperluan bayi dan anak
Mengingat Jerman adalah Negara maju, semua kebutuhan bayi dan anak mudah didapat. Susu bubuk bayi tambahan di Jerman hanya tersedia untuk bayi sampai usia 12 bulan. Mereka lebih mengutamakan ASI dan susu sapi murni serta sari buah-buahan. Apabila keluarga membawa balita disarankan membawa persediaan susu yang disukai anak dari Indonesia untuk masa peralihan atau adaptasi.
Links :
Kantor Imigrasi di Berlin : http://www.berlin.de/labo/
Kedutaan Besar Republik Federasi Jerman di Jakarta : http://www.jakarta.diplo.de
Credits: www.kemlu.go.id
