![]() | |
| Zahratul Firdausi, STUFEN MORGEN SoSe 2014 |
Pertama kali ia menginjak Jerman pada bulan November 2013 lalu. Saat ini ia sedang menempuh pendidikannya di Studienkolleg (STK) HTW Berlin.
Ketika ditanya, mengapa memilih Jerman sebagai negara tujuan pendidikan setelah SMA, ia menjawab salah satunya karena biaya kuliah yang cukup terjangkau. Alhamdulillah, setelah beberapa kali ujian masuk, ia pun diterima di STK HTW Berlin. Di STK HTW Berlin, ia hanya mengeluarkan biaya 285.35 Euro per semesternya. Dengan biaya yang ia keluarkan per semesternya itu, ia mendapatkan fasilitas seperti Semestertiket (Abonemen Transportasi) untuk wilayah Berlin-Brandenburg dan kartu potongan jika makan di Mensa (Kantin Kampus).
Alasan lain memilih Jerman adalah karena Firda ingin sekali belajar bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Ia ingin belajar langsung di negara penutur aslinya. Setelah mendapat bantuan dari Ibu yang membantu mencarikan informasi, maka keputusannya semakin mantap untuk menjajal kehidupan Jerman. Maka dengan bantuan Stufen Edu, berangkatlah Firda untuk mewujudkan keinginannya belajar bahasa asing sekaligus melanjutkan kuliah di Jerman.
Bagaimana dengan kehidupan di Jerman? Menurut Firda kehidupan di Jerman enak. Sarana transportasi di Berlin tersedia 24 jam, selain itu ia bisa berkenalan dengan teman-teman yang berasal dari berbagai negara.
Tinggal di Berlin, Firda juga tidak memerlukan biaya hidup yang terlalu tinggi. Dengan 400 Euro per bulan, ia sudah bisa membayar sewa tempat tinggal, internet, gas, listrik, asuransi, makan dan kebutuhan lainnya. Bahkan ia pernah bercerita kalau ia jarang jajan di luar, untuk kebutuhan makan ia bisa hanya menghabiskan 5-10 euro saja per minggu nya.
Rencana setelah kuliah yang dimiliki Firda ternyata tidak terlalu muluk. Ia akan kembali ke Indonesia, dan berminat untuk bergabung dengan organisasi Indonesia Mengajar yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Karena memang tujuan utama Firda menimba ilmu di Jerman itu untuk membentuk pribadi yang mandiri, teratur, dan disiplin.
Lalu apa pesan yang bisa disampaikan Firda untuk adik-adik kelasnya yang ingin mengikuti jejaknya melanjutkan study ke Jerman?
Inilah pesan dari Firda:
"Ke jerman jangan buat gaya2, main2, belanja, foto2, pamer2. Niatnya dibenerin, belajar yang bener. Disini keras perjuangannya. Di indo bisa aja ga ngulang pelajaran sampe rumah. Disini gabisa. Entar keliatan kok yg niatnya gabener. Banyak rintangannya, mulai dari masuk studkol, lulus studkol, masuk uni, praktikum, sampe bisa lulus. Gadikit cerita2 yang balik habis (visa habis, kuliah gaselese). Intinya niatnya kesini dibenerin, belajar yang rajin, berdoa yang banyak jangan lupa. Semangaaat"
