Rabu, 02 Juli 2014

HS Esslingen: Biaya Kuliah Murah, Fasilitas Wah

Mungkin tidak banyak yang sudah pernah mendengar nama HS (Hochschule) Esslingen. Kampus yang terletak di salah satu negara bagian Jerman yang bernama Baden-Wuerttemmberg ini memberikan berbagai macam fasilitas yang dapat menunjang perkuliahan mahasiswanya. Salah satu siswa Stufen yang berangkat di bulan November tahun 2012 lalu sedang menimba ilmunya di kampus ini. 


I Putu Bagus Andryan Tresna, 
STUFEN MORGEN SoSe 2013
I Putu Bagus Andryan Tresna. Sebelum berangkat ke Jerman ia bersekolah di SMAK Santo Yoseph Denpasar, Bali. Ketertarikannya untuk melanjutkan pendidikan di Jerman, dilandasi informasi yang ia dapat dari Internet dan berbagai sumber lainnya yang mengatakan bahwa biaya kuliah di Jerman itu murah namun tetap mengutamakan kualitas pendidikannya. Namun bukan hanya itu alasan yang membuatnya memutuskan untuk berangkat ke Jerman. Hal lain yang meyakinkannya untuk berangkat ke Jerman adalah keinginannya untuk mempelajari kebudayaan Jerman khususnya, dan budaya Eropa pada umumnya.

Impiannya yang terbesar adalah untuk bekerja di bagian Teknologi Informasi dan ingin membantu masyarakat di daerah terpencil agar mereka mendapatkan akses media, utamanya media elektronik. Karena itu sekarang ia mengambil jurusan Medieninformatik untuk mewujudkan impiannya itu.

Awal petualangan studi-nya di Jerman dimulai dari Studienkolleg Hamburg di kelas T-Kurs selama 2 semester. Setelah bertanya-tanya melalui teman dan juga bantuan para dosen pembimbing di kampus, akhirnya Bagus memutuskan untuk melanjutkan studi-nya di HS Esslingen.

Ketika ditanya mengapa ia mengambil kampus tersebut, ia berkata bawa menurut informasi-informasi yang ia dapatkan, HS Esslingen memiliki popularitas yang baik di Jerman. Selain itu hampir semua jurusan teknik di kampus tersebut juga masuk ke dalam ranking 10 besar di CHE Hochschulranking ZEIT Studienführer 2013/2014, Mai 2013. Alasan lainnya adalah karena letak Esslingen berada jauh dari Hamburg maka ia ingin merasakan kehidupan di Jerman dengan suasana kota yang berbeda dari Hamburg yang merupakan salah satu kota besar di Jerman.

Lalu berapa biaya yang ia keluarkan untuk kuliah per semesternya? Ternyata tidak banyak. 160 Euro per Semester ia keluarkan untuk iuran mahasiswa dan uang administrasi. Fasilitas yang diberikan oleh kampus ini juga bisa dibilang cukup wah. Salah satu fasilitasnya adalah akses gratis software komputer dari Microsoft. Jadi para mahasiswa dapat menggunakan software asli dari salah satu perusahaan program komputer terbesar tersebut. Fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan mahasiswa adalah Lab. Komputer, Mensa (Kantin Kampus) yang memberikan harga lebih murah bagi mahasiswa, webmail kampus, sambungan internet cepat, dan yang paling penting, kampus menyediakan kelas Tutoring dan Mentoring bagi seluruh mahasiswa semester satu.

Kelas Tutoring dan Mentoring itu lah yang paling sering dimanfaatkan oleh Bagus. Ia mengambil Tutoring untuk kelas Mathe dan Physik untuk membantunya dalam memahami pelajaran di perkuliahan. Selain itu, kampus HS Esslingen juga menyediakan Mathenachmittag bagi para mahasiswanya. Mathenachmittag ini biasanya diadakan setiap 3 minggu sebelum ujian matematika. Di kelas ini, para mahasiswa mengerjakan berbagai macam soal matematika dengan dipandu oleh seorang dosen.

Bagaimana dengan kehidupan di Jerman? Biaya hidup yang ia keluarkan perbulannya berkisar 550 Euro. Semua itu sudah mencakup segala kebutuhannya, dari biaya sewa tempat tinggal, makan, minum, telepon, asuransi dan juga hiburan. Sedangkan mengenai lingkungan pergaulan, menurut Bagus kehidupan Jerman tidak seseram yang dikatakan orang-orang. Ia banyak menemukan teman di sana, dan tidak sedikit pula orang Jerman yang menjadi temannya. Banyak tersenyum. Itulah cara Bagus menjalin pertemanan di Jerman.

Terakhir, Bagus berpesan pada semua yang ingin melanjutkan studi-nya ke Jerman untuk benar-benar serius dalam menjalankan persiapan bahasa di Indonesia. Karena jika tidak serius dan tidak menguasai bahasa Jerman dengan baik, nantinya akan mengalami kesulitan dalam pelajaran. Dan jika merasa kurang, tetaplah bersemangat untuk memperbaikinya karena orang yang bersemangat dan berdedikasi tinggi dapat melakukan apa pun yang ia inginkan dibandingkan orang yang tidak memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi untuk meraih impiannya.